Putri Ariani Buktikan Difabel Bisa Punya Prestasi Tinggi
Penyanyi Putri Ariani kembali menjadi sorotan publik usai tampil memukau di ajang pencarian bakat America's Got Talent belum lama ini. Ia berhasil memukau Simon Cowell yang jadi salah satu juri di sana.
Putri Ariani sukses memukau juri AGT dengan membawakan lagu karyanya sendiri berjudul Loneliness. Lagunya bisa disimak di chanel YouTube @putriarianiofficial.
Simon Cowell lalu meminta Putri Ariani membawakan lagu kedua. Saat itu dia membawakan lagu Sorry Seems to Be the Hardest Word karya Elton John. Putri kini lolos semifinal AGT karena mendapat Golden Buzzer.
Hal ini menjadi semangat bagi dirinya karena penyandang difabel bisa meraih mimpinya.
Sebelumnya Putri Ariani sudah menyatakan hal ini sejak lama. Ia ingin penyandang difabel bisa memiliki mimpi yang luar biasa.
"Jangan pernah malu jadi difabel, terus kalau yang punya temen difabel jangan malu punya temen difabel, jangan dicuekin jangan diremehkan para kaum difabel. Difabel ini bisa berkarya bisa bersinar," ujar Putri Ariani kepada detikcom pada 2018.
"Saya ingin semua orang menghargai difabel, jangan diremehkan, saya berharap tidak ada diskriminasi lagi," lanjutnya.
Jika diingat lagi, Putri Ariani juga pernah mendapat pujian dari Denny Chasmala, salah satu penata musik Tanah Air.
Putri Ariani saat itu menjadi salah satu penyanyi yang turut mengisi lagu Song of Victory. Lagu tersebut menjadi tema resmi dari gelaran Asian Para Games 2018.
Putri Ariani adalah gadis 12 tahun yang terlahir saat usia kandungan 6 bulan dengan kondisi ROP (Retina of Premature). Putri dinyatakan buta total pada usia 3 bulan. Namun ia diketahui memiliki bakat bernyanyi dan bermain piano.
Menurut Denny Chasmala, terlepas dari segala keterbatasan yang dimilikinya, Putri Ariani memiliki suara yang begitu apik dan tinggi.
"Kalau Putri memang kami menemukannya sudah dari dua tahun lalu. Memang itu anak talented banget," kata Denny Chasmala.
"Ternyata nyanyinya lebih bagus daripada orang yang nggak tunanetra. Usianya masih muda dan range vokalnya tinggi banget. Ia memiliki spirit dari orang-orang yang terlahir nggak sempurna," sambungnya.
Putri Ariani merupakan siswi SMK Negeri 2 Kasihan, Bantul, atau yang dikenal sebagai Sekolah Menengah Musik (SMM) Jogja. Dia duduk di kelas XI B instrumen flute.
Selama mengikuti AGT di Amerika, Putri tetap mengikuti pelajaran secara normal. Putri juga aktif berkomunikasi dengan wali kelas agar tak ketinggalan pelajaran maupun dalam mengerjakan tugas.
Soal Putri Ariani mencipta lagu sendiri, Agus tidak heran. "Persoalan cipta mencipta lagu itu di kami memang iklimnya seperti itu. Anak-anak hampir semua dapat menciptakan lagu, karena kami sekolah musik," katanya.

Komentar
Posting Komentar